Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

KESEHATAN Tolak Bayi Debora, Mendagri Dorong Sanksi Sosial pada Rumah Sakit 10 Sep 2017 22:10

Article image
RS Mitra Keluarga Kalideres. (Foto: ist)
Perlu ada sanksi sosial dari publik. Cara yang paling tepat yaitu mengajak warga agar tidak lagi berobat di RS yang lebih mengedepankan uang daripada rasa kemanusiaan

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ikut angkat bicara terkait kasus kematian bayi Debora yang diduga tak mendapat pelayanan maksimal dari RS Mitra Keluarga Kalideres. Kemendagri akan menyurati pemda untuk memberikan penyuluhan ke RS agar tidak menolak pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

Tjahjo mengatakan, Sekjen atau Dirjen terkait di Kemendagri pada Senin (11/9) besok akan membuat surat untuk kepala daerah. Tujuannya, agar pemda memonitor dan memberikan penyuluhan kepada rumah sakit, termasuk RS swasta untuk tidak menolak pasien yang dinilai berada dalam kondisi kritis

"Baik RSUD dan RS swasta wajib memberikan pengobatan kepada pasiennya yang memerlukan emergency," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Minggu (10/9) pagi.

Dia meminta RS tak selalu memikirkan segi keuangan dalam menolong pasiennya. Jika itu yang terjadi, maka sikap RS sangat tidak manusiawi.

Karena itu, kata Tjahjo, perlu ada sanksi sosial dari publik. Cara yang paling tepat yaitu mengajak warga agar tidak lagi berobat di RS yang lebih mengedepankan uang daripada rasa kemanusiaan

"Mari beri sanksi sosial ke RS tersebut, paling tepat, jangan berobat ke RS yang tidak manusiawi,  yang hanya berfikirnya soal uang uang, tanpa rasa kemanusiaan," tambah Tjahjo.

Hal ini, kata Tjahjo, perlu dilakukan agar kasus seperti bayi Debora di RS Mitra Keluarga Kalideres tidak terulang lagi. Dalam kondisi kritis, sang bayi (pasien) tidak ditindaklanjuti, tetapi malah dirujuk ke RS lainnya.

"UU memang lemah dalam mengontrol rumah sakit yang tidak manusiawi. Pihak dokter dan perawat di sana tahu kalau bayi Debora sakit parah harusnya ada emergency, tapi malah disarankan dirujuk ke RS lain. Harusnya kalau sudah stabil baru dirujuk," kata Tjahjo.

Seperti diberitakan, bayi bernama Debora meninggal dunia karena tak mendapat penanganan medis lanjutan dari RS Mitra Keluarga Kalideres. Pihak RS menyarankan Debora masuk ke ruangan PICU, dengan syarat keluarga pasien membayar uang muka terlebih dahulu.

--- Very Herdiman

Komentar