Breaking News

BERITA Tragis, Puluhan Rumah di Kampung Adat Sumba Barat Ludes Terbakar 11 Aug 2020 12:44

Article image
Peristiwa kebakaran di kampung Adat Lamboya, Sumba Barat, NTT. (Foto: Kompas.com)
Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

WAIKABUBAK, IndonesiaSatu.co-- Sebanyak 22 unit rumah di Kampung Adat Situs Deke, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (10/8/20) sekitar pukul 18.00 Wita, ludes terbakar.

Dilansir dari Kompas.com, Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, membenarkan kejadiaan naas yang menghanguskan puluhan aset adat masyarakat Sumba Barat itu.

"Kejadiannya tadi sore dekitar pukul 18.00 Wita. 22 unit rumah yang terbakar itu rumah adat. Dari 22 rumah yang terbakar, lanjut Agustinus, hanya satu rumah yang tidak dihuni," ungkap Agustinus.

Bupati Agustinus mengaku, dirinya bersama sejumlah pejabat dari kabupaten hingga desa, langsung turun ke lokasi kebakaran untuk memantau langsung kondisi kebakaran.

Sementara warga yang terdampak kebakaran sudah diungsikan di rumah kerabat mereka yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Menurut Bupati Agustinus, api cepat merambat karena konstruksi bangunan rumah adat menggunakan kayu dan beratap alang-alang dengan jarak yang berdekatan.

Pihaknya telah memberikan bantuan beras dan peralatan lainnya kepada warga yang menjadi korban kebakaran. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran tersebut.

"Kebakaran berasal dari rumah adat yang tidak dihuni itu. Namun, untuk penyebab kebakaran kami belum ketahui karena pihak kepolisian setempat sedang melakukan penyelidikan," kata Agustinus.

Tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Meski demikian, kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Bantuan Tanggap Darurat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat, Yanis Lubalu mengatakan bahwa bantuan yang diberikan BPBD Sumba Barat terhadap 21 KK masih terbatas. Bantuan itu berupa beras, mi instan, terpal, dan tikar.

"Melihat dari kondisi saat kejadian, banyak warga yang panik. Jadi apa yang bisa dibawa waktu menyelamatkan diri, itu yang dibawa. Selain itu, semuanya hangus terbakar," kata Yanis.

Sementara itu, Camat Lamboya, Daud Eda Bora, menerangkan bahwa dirinya berada di dekat lokasi kebakaran saat api masih berkobar.

"Sempat ada usaha untuk memadam, namun tidak cukup karena satu mobil tangki saja, sementara kobaran api semakin meluas," ujar Daud.

Mobil tangki terpaksa memadamkan api dari luar area kampung. Hal ini disebabkan oleh penataan kampung yang tertutup pagar batu.

"Karena rumah adat Sumba kan ada pagar batunya, ada lorong masuk, tetapi sempit. Tidak bisa dilewati mobil," terang Daud.

Saat kebakaran terjadi, ibu-ibu menangis meratapi kampungnya dari kejauhan sambil menggendong anak mereka yang masih kecil.

“Menangis karena memikirkan harta benda yang tidak bisa diselamatkan. Api begitu cepat merambat karena antar rumah berjarak kurang lebih 1 meter, serta bahan bangunan yang terbuat dari kayu. Mereka sangat membutuhkan bantuan," kata Daud.

--- Guche Montero

Komentar