Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KEAMANAN Tumpas Kelompok Kagoya, Ketua DPR Minta TNI-Polri Kirim Pasukan Khusus 05 Dec 2018 12:23

Article image
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya diduga telah membunuh para pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. (Foto: inews.id)
Bamsoet seperti ditulis okezone.com (5/12/2018) juga meminta aparat penegak hukum tidak setengah-setengah dalam mengusut kasus pembuhan sadis puluhan pekerja.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong TNI-Polri menerjunkan pasukan khusus yang ada di kesatuannya masing-masing untuk menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kagoya yang diduga telah membunuh 19 pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

"Kami mendorong Panglima TNI dan Kapolri untuk mengirimkan pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuannya. Karena hal ini tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan dalam waktu dekat," kata Bamsoet di Kompeleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2018).

Bamsoet seperti ditulis okezone.com (5/12/2018) juga meminta aparat penegak hukum tidak setengah-setengah dalam mengusut kasus pembuhan sadis puluhan pekerja dari Kementerian PUPR itu. Penegak hukum, sambung dia, harus keras dan tegas untuk menumpas kelompok bersenjata ini agar jera.

"Sekali lagi kita memang harus memperhatikan HAM. Tapi untuk urusan keamanan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum dan pasukan kita harus bertindak tegas dan keras. Urusan HAM kita bicarakan setelah masalah itu selesai," tegasnya.

Politikus Golkar itu memastikan DPR akan menyetujui berapapun anggaran yang diminta TNI-Polri untuk menumpas KKB guna memastikan langkah-langkah untuk menyelamatkan negara dan rakyat Indonesia.

"Karena ini sudah melebihi gerakan teroris yang langsung merebut nyawa dengan tindakan yang sangat kejam dengan menyerang petugas secara terang-terangan, dan ini tidak bisa dianggap lagi sebagai suatu peristiwa yang sepele," geramnya.

 Diberitakan sebelumnya, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan sebanyak 19 orang tewas dibunuh oleh KKB di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, pada Selasa, 2 Desember 2018. Jumlah korban itu didapatkan pihaknya berdasarkan kesaksian salah satu korban selamat yakni Jimmy Aritonang.

--- Simon Leya

Komentar