Breaking News

PENDIDIKAN Universitas Oxford, Kampus Terbaik Dunia Versi THE 2020 17 Sep 2019 11:23

Article image
Kampus Universitas Oxford, Inggris. (Foto: kalapa-clinic.com)
Universitas Oxford menduduki peringkat pertama selama empat tahun berturut-turut, sementara universtas-universitas di Inggris mengalami penurunan.

MESKIPUN Universitas Oxford masih menempati urutan teratas, namun secara keseluruhan peringkat universitas-universitas di Inggris mengalami penurunan dari daftar ranking terbaru yang dikeluarkan Times Higher Education 2020.  

Universitas-universitas di Inggris seperti ditulis timeshighereducation.com (11/9//2019) mengalami penurunan peringkat akibat kesenjangan pendanaan antara sektor Inggris dan sistem pendidikan tinggi utama lainnya melebar.

Sementara universitas-universitas di Jerman, Cina dan Australia mengalami kemajuan.

Universitas Oxford menduduki peringkat pertama selama empat tahun berturut-turut, sementara universtas-universitas di Inggris mengalami penurunan.

Universitas terkemuka di Inggris di antaranya Universitas Cambridge, Imperial College London,, UCL, London School of Economics and Political Science , dan University of Edinburgh. Secara keseluruhan, 18 dari 28 institusi Inggris yang berada di peringkat 200 teratas telah menurun sejak tahun lalu.

Jepang mengalami peningkatan dengan menambah wakilnya pada urutan teratas, dari lima menjadi 10. Dengan demikian Jepang mengambil alih Inggris sebagai negara paling terwakili kedua di dunia tahun lalu. Inggris sekarang memiliki 100 universitas peringkat secara total, sedangkan Jepang memiliki 110.

Walaupun tidak banyak universitas di  Inggris yang jatuh sejak tahun lalu, sebuah analisis data lima tahun menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Pada tahun 2016, 34 universitas di Inggris masuk dalam 200 besar (dibandingkan dengan 28 tahun ini), yang 26 di antaranya telah menurun - sebagian besar disebabkan oleh universitas di negara-negara lain mengalami peningkatan lebih cepat.

Sebaliknya, Jerman berhasil meningkatkan jumlahnya di 200 besar pada periode yang sama tiga hingga 23.  Cina mengalami peningkatan, dari lima menjadi tujuh dan Australia tiga menjadi 11.

Stephen Conway, direktur layanan penelitian di Universitas Oxford, mengatakan bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi institusinya dan universitas-universitas Inggris lainnya adalah kepastian memiliki akses ke sumber daya dan pendanaan untuk terus bersaing dengan rekan-rekan global lain.

"Kontribusi yang didanai oleh pemberi dana publik Inggris terhadap biaya nyata penelitian di universitas telah menurun pada saat bagian lain dunia berinvestasi dalam penelitian dan sistem inovasi mereka," katanya.

Simon Marginson, Direktur Pusat Pendidikan Tinggi Global Oxford, mengatakan bahwa universitas-universitas Inggris telah lama diuntungkan dari memiliki budaya akademik yang kuat dan semangat kewirausahaan, sementara "warisan global Inggris dan kepercayaan yang dihasilkannya ketika beroperasi di luar negeri" juga memberikan keuntungan.

Namun, ia mengatakan bahwa kondisi ini "tidak dapat mempertahankan posisi Inggris selamanya dalam menghadapi faktor-faktor penyeimbang" dari investasi nasional sederhana pada penelitian dan pengembangan; pushback kebijakan yang kuat terhadap "koneksi global, yang memengaruhi keterlibatan global praktis dan reputasi internasional"; melemahnya keberlanjutan keuangan universitas sebagai akibat dari sengketa pensiun; dan hilangnya dana struktural Eropa dan dana penelitian Eropa yang jatuh.

Phil Baty, kepala petugas pengetahuan THE , mengatakan bahwa, berdasarkan tren saat ini dan dengan Brexit yang mengemuka, Jerman "siap menyalip Inggris sebagai negara pendidikan tinggi nomor satu di Eropa", berkat pendanaan penilitian yang ekstra, peningkatan fokus pada internasionalisasi dan inisiatif keunggulan yang sukses.

Sementara itu, daratan Cina terus naik peringkatnya tahun ini dan sekarang menyumbang dua universitas teratas di Asia untuk pertama kalinya. Universitas Tsinghua memegang tempat nomor satu di Asia, meskipun turun satu tempat dari tahun lalu ke 23. Sementara Universitas Peking sekarang menempati posisi kedua di Asia dan ke-24 secara dunia, setelah naik tujuh tempat. Universitas Singapura turun dua peringkat ke peringkat 25 dari tahun lalu.

Masih Asia, Universitas Saing dan Teknologi Cina naik 13 tingkat ke urutan ke-80 dan Shanghai Jiao Tong University naik 32 tangga menuju urutan ke-157.

Rata-rata, universitas-universitas Australia meningkat pada 12 dari 13 metrik yang menopang peringkat selama setahun terakhir. Posisi peringkat yang lebih tinggi sebagian besar didorong oleh peningkatan skor dampak kutipan internasional mereka, serta skor yang kuat untuk lingkungan penelitian dan pandangan internasional.

Conor King, Direktur Eksekutif Innovative Research Universities, sebuah koalisi dari tujuh lembaga Australia, mengatakan bahwa kemampuan universitas Australia untuk secara konsisten memberikan pengajaran dan penelitian berkualitas tinggi selama dekade terakhir adalah  salah satu andil keberhasilan mereka.

“Sementara pasar internasional semakin kompetitif untuk universitas-universitas Australia, itu telah mendorong mereka lebih keras untuk memastikan apa yang mereka tawarkan benar-benar berkelas dunia. Tidak ada lagi ruang untuk berpuas diri dalam pendidikan tinggi global, ”katanya.

THE World University Rankings 2020 membuat ranking hampir 1.400 universitas dari 92 negara.

--- Simon Leya

Komentar