Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

MAKRO Wamenkeu: Dana Pensiun Dapat Berkontribusi dalam Pembangunan 20 Sep 2017 09:16

Article image
Ilustrasi uang pensiunan. (Foto: ist)
“Tingkat pengangguran dan juga yang menjadi sorotan adalah tingkat kesenjangan (Gini ratio) walaupun sudah cukup turun tapi kalau bisa dana pensiun bisa ikut membantu permasalahan ini...”

JAKARTA, IndonesiaSatu.co - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mendorong kontribusi dana pensiun untuk dapat membantu mengakselerasi pembangunan nasional dan juga mensejahterakan keadilan kemakmuran seperti tujuan bersama, negara yang berdaulat adil dan makmur.

“Angka kemiskinan walaupun sudah membaik tetapi masih perlu kita perbaiki lagi. Tingkat pengangguran dan juga yang menjadi sorotan adalah tingkat kesenjangan (Gini ratio) walaupun sudah cukup turun tapi kalau bisa dana pensiun bisa ikut membantu permasalahan ini. Apalagi dana pensiun tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Hal tersebut disampaikan dalam keynote speechnya pada acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) dengan tema Peranan Teknologi Informasi untuk Mendukung Peningkatan Pemahaman Manajemen Risiko menuju Tata Kelola Dana Pensiun yang Profesional bertempat di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (19/09).

Wamenkeu menambahkan, bagaimana agar di dalam pengelolaan dana pensiun  juga dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan penerimaan negara.

“Karena dalam mengoptimalkan penerimaan negara tidak harus dari APBN, sehingga tidak harus memilih atau menambah hutang. Ini yang harus kita perbaiki bersama. Kita ingin bagaimana membangun yang lebih baik dengan dana dan sumber dari kita sendiri,” ungkapnya.

Wamenkeu berpesan agar para pengelola dana pensiun memiliki komitmen untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam seminar ini kita harapkan para pembicara bisa mengoptimalkan dari kacamata internal. Governance nya harus jalan tapi di satu sisi bagaimana memperbaiki pelayanan kepada stakeholder. Karena kita mendapat amanah, dana-dana mereka yang disimpan kepada kita itu harus kita kembalikan dalam layanan yang paling baik. Baik dari sisi jumlahnya maupun dari sisi kualitasnya.  Ini yang harus kita tekankan dalam seminar ini,” pungkasnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar