Breaking News

PARIWISATA Fakta Tentang Komodo yang Belum Banyak Diketahui 28 Jan 2019 11:13

Article image
Buaya Komodo sedang bertarung. (Foto: Australian Reptile Park)
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 silam, ternyata komodo betina bisa bereproduksi secara seksual dan aseksual melalui proses partenogenesis.

BUAYA darat komodo (varanus komodoensis) adalah hewan purba yang hanya ada di Pulau Rinca atau Pulau Komodo di area Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Sebagai binatang langka, yang makin berkurang populasinya, buaya komodo ternyata masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap.

Berikut 10 fakta tentang komodo yang tak banyak diketahui sebagaimana dilansir tentik.com.

  1. Suka bermain

Komodo yang selama ini dikenal menakutkan, ternyata juga suka bermain. Namun, fakta ini lebih banyak ditemukan dalam pengamatan di sejumlah kebun binatang. Komodo biasanya memang sering tampak bermain dengan benda-benda di sekelilingnya tanpa ada keinginan menyerang atau memakan. Meski pun begitu, jangan sekali-kali mendekati komodo liar.

  1. Bisa berlari cepat

Meski termasuk hewan melata, jangan kira komodo adalah hewan yang lamban. Rupanya, binatang ini mampu berlari dengan hingga 18 kilometer per jam, bahkan 20 kilometer per jam. Kecepatan ini hanya lebih lambat 4 kilometer saja dari kecepatan rata-rata manusia pada saat berlari. Menariknya, komodo ternyata juga bisa memanjat, selain berlari cepat.

  1. Kanibal

Seekor komodo dewasa ternyata juga mau memakan komodo kecil jika tak ada mangsa lain. Makanya, biasanya komodo kecil akan bertahan hidup dengan cara memanjat pohon atau bersembunyi di dalam kotoran mereka demi menghindari komodo dewasa. Selain itu, mereka juga punya cara khusus jika harus melewati komodo dewasa yang sedang makan.

  1. Pemakan bangkai

Rupanya komodo lebih suka memakan bangkai daripada berburu, meski pun mereka bersifat predator. Mungkin karena komodo termasuk hewan yang pemalas. Mereka biasanya dapat mencium bangkai hingga berjarak 10 kilometer, dan tak jarang menggali kembali mayat yang baru saja dikubur. Makanya, masyarakat mengubur mayat di tanah liat dan ditumpuki batu.

  1. Bereproduksi tanpa seks

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 silam, ternyata komodo betina bisa bereproduksi secara seksual dan aseksual melalui proses partenogenesis. Dalam kondisi tidak ditemukannya para pejantan, maka komodo betina pun akan melakukan proses-proses partenogenesis ini, sehingga mereka menghasilkan telur yang dibuahi oleh dirinya sendiri.

  1. Hanya perlu makan sebulan sekali

Meski pun hanya makan sebulan sekali, komodo tetap akan bisa bertahan hidup. Namun, jangan salah, sekali makan mereka bisa menelan mangsanya yang memiliki berat hingga 80 persen dari berat badannya, seperti kambing. Lalu, mereka berjemur di bawah matahari untuk mempercepat metabolisme, dan lalu memuntahkan tanduk dan gigi dari mangsanya.

  1. Bisa membunuh kerbau

Sebagai predator, komodo didukung oleh ukuran tubuh yang cukup besar, mencapai panjang 3,13 meter dan berat 166 kilogram. Makanya, tak salah jika binatang ini mampu membunuh rusa, babi hutan, hingga kerbau sekalipun. Mereka biasanya akan menyamarkan diri sambil menunggu mangsa, dan lalu menyergapnya tiba-tiba dengan gigitan yang sangat mematikan.

  1. Gigitan mematikan

Sebenarnya, bukan giigitan komodo yang mematikan, melainkan air liurnya. Mangsanya tak akan berdaya lagi jika sudah terkena gigitan komodo, karena air liur mereka mengandung sejumlah bakteri yang sangat berbahaya. Air liurnya itu dapat meracuni darah hewan yang digigitnya.

  1. Punya dua alat kelamin

Ternyata seekor komodo jantan memiliki dua alat kelamin, alias dua penis dengan fungsi yang berbeda. Salah satu penis miliknya yang berukuran lebih panjang memiliki fungsi untuk memasukkan sperma. Sedangkan penis yang berukuran lebih kecil, hanya sebagai kamuflase saja. Namun ada yang menyebut belum diketahui fungsinya, karena masih diteliti.

  1. Berasal dari Australia

Banyak yang tidak mengetahui, rupanya komodo berasal dari Australia, meski saat ini hanya ditemukan di Pulau Komodo, Indonesia. Sekelompok peneliti telah membuktikannya dengan menemukan fosil-fosil komodo berusia 300 ribu hingga 4 juta tahun yang lalu di bagian timur Australia. Hilangnya komodo dari Australia diperkirakan terjadi sekitar 50 ribu tahun lalu.

 

--- Elisabeth Sylvie

Komentar