PARIWISATA Malioboro Selalu Istimewa 21 Dec 2015 19:20
Malioboro sempat menjadi basis perjuangan saat Agersi Militer Belanda Kedua pada tahun 1948.
Oleh Santisima Gama*
SEKILAS melihat kawasan ini biasa saja. Pikiran saya penuh tanda tanya, apa yang membuat Malioboro istimewa? Bahkan penyanyi Katon Bagaskara pun jatuh hati dan menuangkannya lewat syair lagu “Yogyakarta” yang istimewa termasuk wisata ke Malioboro. Rasa penasaran mendorong penulis untuk berkeliling kawasan ini.
Berdasarkan data letak geografis, Malioboro membentang di atas sumbu imajiner menghubungkan Keraton Jogjakarta, Tugu, dan Puncak Gunung Merapi. Jalan ini terbentuk menjadi suatu lokalitas perdagangan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono I mengembangkan sarana perdagangan melalui sebuah pasar tradisional semenjak tahun 1758. Setelah berlalu 248 tahun, tempat itu masih bertahan sebagai salah satu kawasan perdagangan, bahkan Malioboro menjadi salah satu ikon Jogjakarta.
Terletak sekitar 800 meter dari Keraton Jogjakarta, tempat ini dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Keraton melaksanakan perayaan. Malioboro yang dalam bahasa Sansekerta berarti “karangan bunga” menjadi dasar penamaan jalan tersebut. Diapit pertokoan, perkantoran, rumah makan, hotel berbintang, bangunan bersejarah, jalan yang dulunya sempat menjadi basis perjuangan saat Agersi Militer Belanda Kedua pada tahun 1948 ini, juga pernah menjadi lahan pengembaraan para seniman yang tergabung dalam komunitas Persada Studi Klub (PSK) pimpinan seniman Umbul Landu Paranggi, semenjak tahun 1970-an hingga sekitar tahun 1990.
Malioboro Yogyakarta merupakan tempat belanja yang menjadi ikon dari kota yang dijuluki sebagai kota pelajar ini. Di sini terdapat beberapa toko yang menjual oleh-oleh menarik khas kota Jogja. Nah, jika anda kebetulan memilih hotel di Yogyakarta dekat Malioboro, anda bisa sesering mungkin datang ke sini dan siang malam yang anda lewati akan selalu terasa ramai dan berkesan. Banyak sekali hal yang unik dari jalan Malioboro Yogyakarta ini, yaitu:
Andong
Kendaraan yang memanfaakan kuda sebagai penggeraknya. Kuda ini pun didandani dengan unik. Sarana transportasi yang satu ini merupakan ciri khas dari kota Yogyakarta. Yang membedakan dari andong di tempat lain yaitu andong di sini memiliki roda empat dan ukurannya sedikit agak panjang dan besar sehingga mampu mengangkut penumpang lebih banyak lagi.
Batik
Yogyakarta mendapat predikat sebagai kota batik dunia. Salah satu pengagum batik Jogja adalah Ratu Margareth dari Denmark. Batik khas Jogja merupakan salah satu batik yang paling banyak digemari. Dan masih banyak pakaian lainnya yang menjadi ciri khas dari Jogja seperti kaos tulis dan pakaian adat Yogyakarta.
KulinerJogja
Kuliner Jogja menggugah selera lidah. Makanan dari Jogja adalah makanan yang terkenal dengan harganya yang murah serta rasanya yang luar biasa enaknya. Beberapa kuliner khas Jogja di antaranya adalah Gudeg, wedang jahe, nasi kucing, sate ayam, mie godog dan masih banyak lainnya yang bisa anda cicipi.
Itulah gambaran keunikan yang ada di jalan Malioboro. Selain itu, sudah banyak hotel di Yogyakarta dekat Malioboro tiap saat dipadati pengunjung. Jika anda ingin menginap di sana, maka kita bisa memesannya dari jauh hari via internet.
*) Mahasiswa Magister Sanata Dharma Yogyakarta (Kontributor IndonesiaSatu.co Yogyakarta)